Adalah sebuah kota megah di kaki pulau
pantainya membuat kapal-kapal terpukau
ramainya membuat burung tak berkicau
betonpun menggantikan pohon bakau
pejalan kaki tersenyum kepada mobil
mobil mewah milik pak lurah
tak berhenti mobil itu, tak butuh dan tak ingin berhenti.
mobil-mobil mewah seperti itu terus berkembang biak,
bertambah banyak seperti ibu yang tak berhenti beranak,
apa ada orang di kota ini yang sadar bahwa dunia tak bergerak?
atau dimanakah semua ini akan tertata dan terletak?
tentu dia yang berpikir
tetangga belakang rumah,
orang yang tak kikir
senyumnya sangat murah
pikirnya:
kota ini melaju tanpa batas
semua yang tak modern perlu diberantas
mulai dari pasar yang menjual beras
hingga tanah lapang yang menjadi teras
bakar saja semua, bakar,
demi kebaikan kota
No comments:
Post a Comment