Showing posts with label Peraturan umum. Show all posts
Showing posts with label Peraturan umum. Show all posts

Thursday, April 28, 2011

TUJUAN MENUNTUT ILMU??!!

Semakin banyak mahasiswa yang memperoleh gelar sarjana di bidang Ekonomi, semakin banyak jumlah penduduk di negara ini yang miskin.

Semakin banyak mahasiswa yang memperoleh gelar sarjana di bidang Hukum, semakin leluasalah ruang gerak koruptor di negara ini.

Semakin banyak mahasiswa yang memperoleh gelar Sarjana di bidang Teknik, semakin banyak pula teknologi asing yang kita beli.

Semakin banyak mahasiswa yang memperoleh gelar Sarjana di bidang Sains, semakin banyak kota dan desa-desa yang banjir atau kekeringan.

Semakin banyak mahasiswa yang memperoleh gelar Sarjana di bidang Kesehatan, semakin bertambah pula angka kematian karena gizi buruk.

Semakin banyak mahasiswa yang memperoleh gelar Sarjana di bidang Agama dan semakin banyak orang yang tamat membaca kitab sucinya, semakin banyak juga orang yang melakukan fitnah dan pembunuhan atas nama agama.

Semakin banyak mahasiswa yang memperoleh gelar Sarjana di bidang Politik, semakin tidak jelas arah dan tujuan negara ini.

Semakin banyak ilmu yang dipelajari di universitas atau di perpustakaan, semakin bodohlah orang-orang di luar sana. 

Apa yang menyebabkan semua itu? Jika ilmu pengetahuan tidak bisa menciptakan “karya seni” yang dapat menyederhanakan masalah manusia yang rumit, untuk apa ia masih tetap dipelajari?

Atau mungkin pertanyaannya bukan demikian, melainkan:
Sudahkah manusia memahami hakikat dan tujuan ilmu yang telah dipelajarinya?

Atau mungkin seperti ini: Apa sebenarnya tujuan manusia sekarang mempelajari ilmu pengetahuan, apakah karena uang, kekuasaan, perempuan, atau benar-benar tulus untuk menciptakan suatu karya yang berguna bagi manusia?

Hanya diri kita sendirilah yang bisa menjawab pertanyaan itu, karena sebenarnya kita tahu mana perbuatan yang diinginkan Tuhan dan mana yang tidak diinginkan Tuhan, karena pada dasarnya kita semua berpikir.

“Saya berpikir jadi saya ada” (Rene Descartes)

KEBIJAKSANAAN YANG TERKUBUR

Entah legenda itu benar atau tidak, Kusanagi tetap menjadi legenda walaupun kini kita tidak bisa melihat dan merasakan ketajaman pedang itu.

Entah diakui atau tidak, kini kita hanya mengenal sistem pemerintahan (hampir) sempurna hanya sebagai sebuah utopia.

Walau begitu sejarah telah mencatat bagaimana sistem tersebut diciptakan dan diterapkan sehingga apabila dibandingkan, orang dari masa itu akan terheran-heran karena kita justru memilih sistem yang jauh lebih rentan terhadap kudeta diam-diam dan korup terang-terangan

Friday, April 22, 2011

PEJABAT DAN UANG

Pernahkah mereka, para pejabat, bertanya pada diri mereka sendiri sebelum mengeluh ketika rakyatnya berbuat sesuatu yang menyinggung perasaan pejabat, “Mengapa diantara rakyatku ada yang berdemonstrasi menentangku? Mengapa ada suatu wilayah di negeri ini yang ingin membebaskan diri dari kekuasaanku? Apakah aku telah berbuat kesalahan sehingga mereka berbuat demikian? Jika benar, kesalahan apa yang telah ku perbuat sehingga mereka marah kepadaku?”

Andai saja para pejabat di negeri ini bertanya demikian pada diri mereka sendiri, mungkin mereka akan segera menemukan jawaban tersebut dengan sangat mudah—hanya dengan keluar dari kantor yang lebih mirip istana itu dan melihat kondisi rakyat yang sesungguhnya: “Ternyata, mereka marah karena aku begitu mencintai uang—karena mereka mau dan mampu merasakan jurang pemisah yang dalam antara si Kaya dan si Miskin di negeriku, sehingga seringkali dari golongan yang kaya itu tidak tahu bagaiman cara menghabiskan kekayaannya, di satu sisi ada golongan miskin yang tidak tahu bagaimana harus mencari uang untuk hidup sehingga mereka rela mencuri sesuatu dari orang lain untuk ditukarkan dengan uang yang sekarang menjelma seperti Dewa!! Jad ternyatai mereka berbuat seperti itu karena aku sangat mencintai uang!!

Ah, saya rasa itu tindakan seorang pemimpin yang bijaksana, yang masih mempunyai hati nurani, yang tidak dibutakan matanya oleh ketamakan. Apa mungkin, pejabat di negeriku mau memikirkan hal seperti itu??

Jika Anda sendiri (para pejabat) tidak mencintai uang, maka rakyat tidak akan pernah mencuri, sekalipun Anda memberi hadiah atau ganjaran kepada pencuri”  (Confucius)

AKUISISI

AMD memang pantas mengakuisisi ATi, sama seperti akuisisi Google terhadap Android. Begitu juga yang dilakukan Adobe terhadap Macromedia. Mereka berhasil menciptakan karya seni yang hebat dari “penyatuan” itu.

Lalu, dapatkah akuisisi seperti itu dilakukan oleh pihak yang lebih lemah? Sudah bisa dipastikan, hal itu mustahil dilakukan. Hal itu sama seperti penaklukan sebuah benteng. Dengan kekuatan militer maupun posisi tawar yang lemah dari pihak musuh, apakah Konstantinopel mau menyerahkan diri? Tentu saja tidak!

Tapi apakah “penyatuan” manusia harus seperti itu?

Bagaimana dengan cinta yang definisinya begitu beragam sehingga batas antara cinta dan tamak seringkali menjadi sangat kabur?

Ah, rasanya tetap saja akan lebih baik jika akuisisi dilakukan oleh pihak yang lebih kuat. Atau bagi yang tidak punya malu, mungkin akan berusaha mengaburkan definisi cinta. Bukankah, “kita tidak akan pernah bisa memberi sebelum kita memilikinya”? 

Saturday, April 16, 2011

TUHAN, SURGA, DAN NERAKA

Rasanya sangat tidak adil jika kita terlalu sering bermalas-malasan dan bersenang senang, sementara di luar sana banyak sekali orang yang sampai masa tuanya masih tidak bisa merasakan kebahagiaan. Ditambah lagi dengan adanya kriteria penghuni Surga dan Neraka. Kalau begitu kapan mereka bisa merasakan kebahagiaan?? Benarkah Tuhan mengizinkan jiwa orang yang beramal tanpa ilmu dan beribadah hanya untuk dirinya sendiri masuk ke Surga??

Rasanya sangat tidak adil jika Tuhan membiarkan orang yang ketika di Dunia terlahir diantara jeruji kebingungan, lalu ketika mati, jiwanya akan dikurung diantara api neraka, sementara orang yang mempercayai keberadaan Tuhan tapi tidak peduli terhadap orang yang tidak beruntung diizinkan menikmati sendiri keindahan surga. Benarkah Tuhan mengizinkan jiwa orang yang beramal tanpa ilmu dan beribadah hanya untuk dirinya sendiri masuk ke Surga??

Barang siapa tidak peduli terhadap perkara Muslim, maka (dia) tidak termasuk ke dalam golongan mereka (Kaum Muslimin)” (H.R. Thabrani)

Friday, September 17, 2010

Konspirasi Pertama

Dunia ini tercipta dari konspirasi besar
konspirasi antara cahaya dan kegelapan, yang batas antara keduanya sangat kabur.
konspirasi antara suara dan sunyi, yang keduanya saling melengkapi.
konspirasi antara nilai-nilai dan norma-norma yang dengan itulah konspirasi manusia terus menerus terjadi.

Hal paling besar adalah hal paling kecil dan merupakan yang ada di belakang segalanya, tidak lain, tidak bukan, tapi memang bukan konspirasi.

Bukan Konspirasi

Blog ini diciptakan untuk memenuhi rasa penasaran terhadap hal-hal besar yang didalangi oleh beberapa pihak dibelakangnya, namun apapun nama dari kejadian tersebut, tetaplah bukan konspirasi.

Adapun hal-hal yang menyangkut hargadiri dan rahasia yang perlu dijaga ataupun dilindungi, bukan merupakan urusan kami.

sekian, terimakasih.